Indragiri Hilir, Riau

puri_husada@yahoo.com

Langkah untuk Tulang yang Sehat (Step Up for Bone Health)

   

Saat ini kita mulai memasuki periode aging population, dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lansia. (1) Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), ada 30,16 juta jiwa penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia pada 2021. Penduduk lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kelompok ini porsinya mencapai 11,01% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 273,88 juta jiwa. Jika dirinci lagi, sebanyak 11,3 juta jiwa (37,48%) penduduk lansia berusia 60-64 tahun. Kemudian ada 7,77 juta (25,77%) yang berusia 65-69 tahun. Setelahnya ada 5,1 juta penduduk (16,94%) berusia 70-74 tahun, serta 5,98 juta (19,81%) berusia di atas 75 tahun.(2)

Dengan meningkatnya populasi lansia di Indonesia maka rentan pula para lansia mengalami masalah degeneratif dan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan-gangguan kesehatan jiwa yaitu depresi, demensia, gangguan cemas, sulit tidur.  Salah satu penyakit tidak menular yang paling sering dialami oleh lansia dan disebut sebagai silent disease adalah osteoporosis. 

Osteoporosis adalah kelainan dimana terjadi penurunan masa tulang total. Terdapat perubahan pergantian tulang homeostasis normal, kecepatan resoprsi tulang lebih besar dan kecepatan pembentukan tulang, mengakibatkan penurunan masa tulang total.(3) Setiap 20 Oktober kemudian diperingati sebagai hari osteoporosis sedunia. Dengan harapan, dapat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman yang diberikan penyakit tulang ini. Sebab jika pencegahan dan pengobatan osteoporosis dilakukan dengan tepat, maka tidak mustahil untuk mengurangi angka penderitanya saat ini.(4) Di Indonesia osteoporosis sudah dalam tingkat yang patut diwaspadai, yaitu mencapai 19,7% dari populasi. 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di Indonesia terserang osteoporosis atau keretakan tulang. Di Indonesia, prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70 tahun pada wanita sebanyak 18-30%(5) sehingga pada tahun 2022 ini, Tema Hari Osteoporosis Sedunia adalah ”Step Up for Bone Health” atau “Langkah untuk Tulang yang Sehat”. yang berfokus pada langkah-langkah pencegahan yang dilakukan untuk menjaga tulang tetap sehat.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh unit PKRS RSUD Puri Husada Tembilahan bekerjasama dengan tim nutrisionis dari instalasi gizi dan DPC. PERWATUSI Kab. INHIL mengadakan kegiatan senam pencegahan Osteoporosis, penyuluhan kesehatan oleh dr. H. Irianto, Sp.PD. FINASIM, Konsultasi Gizi tentang kesehatan tulang bersama Instalasi Gizi RSUD Puri Husada Tembilahan dan terakhir adalah acara sarapan bersama pada hari kamis 27 oktober 2022, jam 07.00 wib di halaman gedung baru RSUD Puri Husada Tembilahan.

Astika Kusuma Dewi, SKM selaku ketua unit PKRS mengatakan semua orang perlu mulai memperhatikan kesehatan tulangnya dengan aktif berolahraga dan minum susu yang  mengandung kalsium, sehingga ketika seeorang masuk ke usia lanjut diharapkan mereka dapat tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

 

Daftar Pustaka

  1. https://www.kemkes.go.id/article/view/19070500004/indonesia-masuki-periode-aging-population.html
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/05/30/ada-30-juta-penduduk-lansia-di-indonesia-pada-2021
  3. La Ode, 2012. Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta. Nuha Medika
  4. https://www.its.ac.id/news/2019/10/20/osteoporosis-penyakit-segala-usia-jangan-disepelekan/
  5. Sani, N., Yuniastini, Y., Putra, A., & Yuliyana, Y. (2020). Tingkat Pengetahuan Osteoporosis Sekunder dan Perilaku Pencegahan Mahasiswa Universitas Malahayati. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 159-163.