Waspada Bahan berbahaya Pada Pangan yang mengandung Borak Dan Formalin

1. Formalin
Bahan berbahaya adalah bahan kimia baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi(Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan).

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menyengat. Formalin biasanya di gunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin dilarang di gunakan untuk pengawet pangan. Formalin diketahui berbahaya untuk tubuh manusia karena telah diketahui sebagai zat beracun, karsinogen, mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif.

Formalin sangat bahaya jika terhirup mengenai kulit dan tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan jika mengenai kulit dapat menyebabkan luka bakar, reaksi alergi, jika tertelan akan menyebabkan rasa terbakar pada mulut,tenggorokan dan perut, sakit kepala, kejang hingga koma.Dapat pula merusak hati, jantung, otak, ginjal, syaraf. Konsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker ,jika tertelan formalin sebanyak 30 ml (3 sendok makan) menyebabkan kematian. Beberapa penyalahkan kematian, Beberapa penyalahgunaan formalin pada pangan diantaranya: mie basah, tahu, ikan segar dan ikan kering.
Ciri-Ciri Pangan Mengandung Formalin yaitu bau menyegat dari formalin, mie tidak lengket dan tidak mudah putus, tahu agak keras, kenyal namun tidak padat, Ikan asin tidak rusak sampai 15 hari, Ayam bertekstur padat dan keras, Ikan Asin bersih dan cerah, Ikan segar warna insang merah tua dan bukan merah segar.

Bahaya Kesehatan formalin yaitu Jika tertelan, formalin dapat menyebabkan rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, Jika terhirup, uap formalin sangat berbahaya, dalam jangka lama dapat menyebabkan kanker hidung, formalin juga dapat menyebabkan kelainan genetika pada manusia.

2. Boraks
Borak merupakan senyawa berbentuk Kristal putih tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat yang berbentuk Kristal lunak.
Kegunaan Boraks antara lain:Campuran pembuatan gelas, Pengawet Kayu, Salep kulit, Boraks gliserin(obat sariawan), Campuran pupuk Tanaman. Boraks sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang di timbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit dan mata, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika di konsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan system sirkulasi akut bahkan kematian. Konsumsi boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian. Beberapa penyalahgunaan boraks dalam pangan di antaranya:bakso, cilok, lontong, kerupuk gendang.
Ciri-ciri pangan yang mengandung Boraks: Ciri-ciri mie basah, baso, lontong, cilok, dan otak-otak mengandung boraks:Tekstur sangat kenyal, tidak lengket, tidak mudah putus. Ciri-ciri kerupuk rambak dari tepung, gendar mengandung boraks: Tekstur sangat renyah, terasa getir.

Dalam memilih produk pangan, perhatikan cirri-ciri produk pangan yang mengandung formalin atau boraks, bila ragu tidak perlu di beli. Cari dan tambah pengetahuan melalui seminar, televise, radio, Koran, leaflet, booklet, poster,dll
Menurut Permenkes RI No.1168/Menkes/Per/X/1999, formalin (formaldehyd) dan boraks (Natrium tetraborat) termasuk bahan Tambahan Pangan yang tidak diizinkan atau dilarang digunakan dalam makanan.

Sumber: BPOM. Waspada!!! Boraks Dan Formalin Bahan Berbahaya Pada Pangan
Http://www.depkes.go.id
Sajiman,2015. Kajian Bahan Berbahaya Formalin,Borak

Selalu dicek

HERD IMMUNITY

World Health Organization (WHO) sebelumnya telah memperingatkan, bahwa teori herd immunity sangat berbahaya dijadikan strategi …