Mengacu pada data makro nasional melalui hasil survei resmi (SSGI), angka stunting Riau tercatat berada di kisaran 20,1%. Melalui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2025–2029, pemerintah daerah terus berupaya melakukan intervensi lintas sektor agar angka nasional tersebut dapat turun ke target 17% pada tahun 2026.

Pencatatan kasus riil berdasarkan data pengukuran langsung dari puskesmas dan posyandu di Kecamatan Tembilahan, tren angkanya bergerak sebagai berikut:

  • Jumlah Kasus: Dari yang sebelumnya sempat menyentuh 89 kasus riil, angkanya berhasil ditekan menjadi 87 kasus balita stunting yang terdata di Kecamatan Tembilahan.
  • Wilayah kelurahan di Tembilahan yang masih memerlukan perhatian khusus dan intervensi gizi lebih kuat akibat fluktuasi angka kasus antara lain Kelurahan Pekan Arba, Kelurahan Tembilahan Hilir, dan Kelurahan Sungai Beringin.

Upaya penurunan angka stunting terus digemakan, UPTD. RSUD Puri Husada Tembilahan terus memberikan dukungan dengan membuka poliklinik stunting dengan harapan bisa menekan angka stunting di wilayah indragiri hilir

Acara dibuka dengan pembacaan do’a oleh ustadz Masri, S.Pd.i

Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Direktur UPTD. RSUD Puri Husada Tembilahan dr. Firman Nurdiansah, Sp. THT-KL, M.M

Dan juga sambutan dari Ibu Wakil Bupati Indragiri Hilir selaku ketua tim percepatan penurunan stunting di wilayah Indragiri Hilir

hal ini mendapat dukungan dari seluruh civitas hospitalia dan juga semua instansi terkait

Peresmian Poliklinik Stunting UPTD. RSUD Puri Husada Tembilahan